UJIAN AKHIR
SEMESTER KIMIA ORGANIK II
NAMA : MELDA EKA PUTRI
NIM : A1C112029
KELAS : PENDIDIKAN KIMIA REGULER
1. JELASKAN
KEMUNGKINAN TERBENTUKNYA IKATAN RANGKAP 3 PADA MINYAK ATAU LEMAK TAK JENUH!
Jawaban:
Asam lemak tak jenuh adalah
asam lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan ganda pada rantai karbonnya.
Kebanyakan asam lemak yang ditemukan pada triasilgliserol dan fosfolipid hewan
dan tanaman bersifat tidak jenuh. adanya ikatan rangkap ini memungkinkan
terjadinya isomer sis-trans.
HC
– (CH2)7 – COOH HC
– (CH2)7 – COOH
|| ||
HC
– (CH2)7 – CH3 CH3 – (CH2)7 – CH
asam oleat (sis) asam
elaidat (trans)
Asam lemak tidak jenuh yang terdapat dalam alam adalah
isomer sis.
CH3 – (CH2)4 –
CH = CH – CH2 – CH = CH – (CH2)7 – COOH
Asam
linoleat
Kita
ketahui bahwa asam lemak tak jenuh memiliki ikatan rangkap yaitu ikatan rangkap
2 yang kita kenal dengan alkena. Nah,
perlu kita ketahui terlebih dahulu reaksi pembentukan alkena sebagai berikut
dan perubahannya:
a.
Dehidrohalogenasi Haloalkana
Ketika haloalkana dipanaskan dengan larutan kalium
hidroksida alkoholis, molekul hidrogen halida akan tereliminasi membentuk
alkena.
Reaksi tersebut dinamakan eliminasi-1,2 dengan
hidrogen yang tereliminasi. Reaksi berlangsung dengan serangan basa seperti ion
hidroksida pada alkena melepas hidrogen ke dalam air diikuti dengan pelepasan
ion halida.
b.
cracking
Pemecahan molekul hidrokarbon dalan jumlah besar
menjadi molekul hidrokarbon yang lebih kecil menggunakan suhu tinggi disebut
proses cracking. Cracking C15H32 membentuk
campuran etena, propena, dan oktana.
C15H32 → 2 C2H4
+ C3H6 + C8H18
Akhir-akhir ini zeolit digunakan untuk katalis untuk
proses cracking. Zeolit adalah kompleks alumino silikat yang mengandung
silikon, aluminium, dan oksigen.
Nah dari 2
reaksi pembentukan atau perubahan di atas dapat kita ketahui bahwa alkena dapat
dibentuk dari ikatan tunggal dan berubah menjadi ikatan tunggal dengan cara
adisi.
Kemudian kita tinjau lagi reaksi pembentukan alkuna
berikut:
Dehidrohalogenasi Alkil Halida
Dehidrogenasi senyawa dihalida yang berstruktur
visinal maupun geminal oleh pengaruh basa kuat menghasilkan alkuna. Reaksi ini
melalui pembentukan zat antara vinil halida.
Contoh:
CH3-CH2-CHBr-CHBr-CH3
+ KOH → CH3-CH2-C≡C-CH3 + 2 KBr + 2 H2O
Pembuatan alkuna dengan cara ini biasanya menggunakan dihalida visinal, karena dihalida visinal mudah dibuat dengan mereaksikan alkena dengan halogen.
Nah disini juga dapat kita ketahui bahwa alkuna
dibentuk dari ikatan tunggal. Saya juga tidak menemukan adanya literatur yang
menunjukkan pembentukan ikatan rangkap 3 dari ikatan rangkap 2 atau minyak/
lemak tak jenuh. Jadi menurut saya tidak adanya kemungkinan terbentuk ikatan
rangkap 3 dari ikatan rangkap 2 pada minyak/ lemak tak jenuh.
2. JELASKAN BAGAIMANA PROSES PENCUCIAN MENGGUNAKAN PELARUT
ORGANIK BEBAS AIR (SELAIN AIR)!
Jawaban:
Awalnya saya tidak kepikiran bahwa pencucian
dengan menggunakan pelarut organik selain air, apa bisa? Apakah akan lebih
bersih? Apakah akan lebih efektif? Ternyata ada pencucian dengan menggunakan pelarut
organik dan tanpa air, yah yang biasa dikenal dengan dry cleaning. Seiring berjalannya waktu dan semakin canggihnya
teknologi serta banyaknya penemuan baru untuk mengatasi pencucian yang butuh
lama untuk pengeringan (dijemur setelah dicuci), maka sekarang ada bermacam
cara dengan dry cleaning dengan berbagai pelarut organik tanpa air,
diantaranya:
Dry Clean
Chemical
a. PERCINDO
PERCINDO adalah cairan solvent yang mengandung bahan active yang sangat efektif untuk menghilangkan dan membersihkan kotoran oli mesin atau oli resin yang menempel pada semua jenis kain, logam ataupun electronic component. PERCINDO mempunyai daya kerja yang kuat, tetapi aman dalam penggunaannya, karena dilengkapi bahan pelindung yang melindungi media yang akan dibersihkan dan cepat mengering tanpa meninggalkan sisa noda pada kain/ logam.
-Berrbentuk cairan dan tidak perlu ditambah campuran lainnya.
Cara pemakaian :
Pengamanan dan penanganan :
PERCINDO adalah cairan solvent yang mengandung bahan active yang sangat efektif untuk menghilangkan dan membersihkan kotoran oli mesin atau oli resin yang menempel pada semua jenis kain, logam ataupun electronic component. PERCINDO mempunyai daya kerja yang kuat, tetapi aman dalam penggunaannya, karena dilengkapi bahan pelindung yang melindungi media yang akan dibersihkan dan cepat mengering tanpa meninggalkan sisa noda pada kain/ logam.
-Berrbentuk cairan dan tidak perlu ditambah campuran lainnya.
Cara pemakaian :
Pengamanan dan penanganan :
Keuntungan menggunakan PERCINDO:
-Sangat efektif untuk penghilang kotoran oli
yang menempel pada kain.
-Aman di tangan sehingga tidak mengganggu
pengguna obat.
-Cepat mengering tanpa meninggalkan sisa noda
pada kain/tidak ngompol, sekalipun pada kain putih ataupun kain yang
sudah berwarna.
Untuk menghilangkan kotoran yang menempel
pada kain gunakan PERCINDO DRY CLEANER dengan cara sebagai berikut:
Kain yang terkena tetesan noda oli atau
tetesan noda resin dapat disemprot dengan menggunakan Spray Gun, lalu dibantu
dikeringkan oleh angin dari kompresor dan kain langsung bersih tanpa noda
ompol/bekas.
Produk harus disimpan pada suhu kamar dan
terlindung dari sinar matahari, jangan tercampur dengan bahan kimia lain.
Walaupun produk ini aman dalam penggunaannya,
sebaiknya biasakan untuk memakai sarung tangan karet atau pelindung yang
diperlukan.
Bila kontak dengan mata, cukup cuci dengan
air mengalir.
b.
PCE (Perchloroethylene)
Kimia utama dalam Dry Clean adalah PCE (
Perchloroethylene) sejenis solvent yang digunakan khusus untuk pencucian linen.
Solven sebenarnya ada beberapa jenis seperti methanol, etanol, bensin alcohol,
dsb, tetapi solven yang digunakan untuk pencucian linen/kain adalah PCE.
PCE merupakan solven yang tepat untuk Dry
Cleaning karena sifatnya sbb:
- Lebih tidak mudah terbakar dibanding
solvent lain
- Lebih mudah menguap dibanding solvent lain
- Tidak berbau saat mengering
- Mampu menghilangkan bau dan noda pada
pakaian
3. BAGAIMANA
CARA KERJA LIDAH (INDRA PENGECAP) SEHINGGA MENIMBULKAN CITA RASA MANIS. CONTOHKAN
PADA FRUKTOSA!
Jawaban:
Lidah adalah
kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan
makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah merupakan massa jaringan
pengikat dsan otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa. Membran mukosa
melekat erat pada otot karena jaringan penyambung lamina propia menembus ke
dalam ruang-ruang antar berkas-berkas otot.
Pada bagian bawah lidah membran mukosanya halus. Lidah juga merupakan suatu rawan (cartilago) yang akarnya tertanam pada bagian posterior rongga mulut (cavum oris) dekat dengan katup epiglotis yang menuju ke laryng.
Pada bagian bawah lidah membran mukosanya halus. Lidah juga merupakan suatu rawan (cartilago) yang akarnya tertanam pada bagian posterior rongga mulut (cavum oris) dekat dengan katup epiglotis yang menuju ke laryng.
Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor (bagian yang berfungsi untuk menangkap rangsangan kimia yang larut pada air) untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda.
Bagian-bagian
(anatomi) dari indra pengecap (lidah)
Ada lebih dari 10.000 tunas pengecap pada lidah
manusia, sel-sel ini tumbuh seminggu setelah itu digantikan oleh sel-sel yang
baru. Sel-sel reseptor (tunas pengecap) terdapat pada tonjolan-tonjolan kecil
pada permukaan lidah (papila). Sel-sel inilah yang bisa membedakan rasa
manis asam, pahit dan asin.
Sebagian besar, lidah tersusun atas otot rangka
yang terlekat pada tulang hyoideus, tulang rahang bawah dan processus styloideus di tulang pelipis. Terdapat
dua jenis otot
pada lidah yaitu otot ekstrinsik dan intrinsik.
Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya
tonjolan yang disebut papila. Terdapat tiga jenis papila yaitu:
1.
papila filiformis (fili=benang); berbentuk
seperti benang halus;
2.
papila sirkumvalata (sirkum=bulat); berbentuk
bulat, tersusun seperti huruf V di belakang lidah;
3.
papila fungiformis (fungi=jamur); berbentuk
seperti jamur.
Terdapat satu jenis papila yang tidak terdapat pada
manusia, yakni papila folliata pada hewan
pengerat.
Tunas pengecap adalah
bagian pengecap yang ada di pinggir papila, terdiri dari dua sel yaitu sel
penyokong dan sel pengecap. Sel pengecap berfungsi sebagai reseptor, sedangkan sel
penyokong berfungsi untuk menopang.
·
Rasa manis dapat di rasakan oleh indra pengecap yang
terletak di bagian depan lidah
·
Rasa Asin dirasakan pada sepanjang bagian isi depan
lidah
·
Rasa asam di rasakan di sepanjang sisi bagian belakang
lidah
·
Rasa pahit di kecap pada bagian belakang lidah
Mekanisme Pengecapan
Terjadinya depolarisasi pada sel pengecap akan
mengubah potensial listrik di sel pengecap sehingga menimbulkan
terjadinya potensial reseptor yang selanjutnya akan mengeksitasi
vesikel sinaps dan mengeluarkan neurotransmitter untuk memicu
neuron sensorik orde pertama Berkurangnya kenegatifan dalam sel
reseptor kecap ini terjadi karena menempelnya substansi kecap pada rambut
pengecap. Penurunan potensial sebanding dengan logaritma konsentrasi dari
substansi yang memberi stimulasi (Guyton, 2007).
Potensial reseptor muncul dengan cara yang
berbeda-beda untuk zat yang menstimulasi rasa yang berbeda. Ion sodium (Na+) pada makanan asin masuk ke dalam sel reseptor
gustatori melalui kanal Na+ di membran
plasma yang dikenal sebagai EnaC (Ganong, 2005). Akumulasi dari Na+ menyebabkan depolarisasi dan menyebabkan
keluarnya neurotransmitter Ion hidrogen (H+) akan masuk ke
dalam kanal ion ENaC yang juga menutup kanal K+ sehingga
menimbulkan terjadinya depolarisasi. Kanal lain yang berpengaruh
pada rasa asam adalah kanal HCN (Tortora, 2009).
Reseptor untuk rasa umami seperti yang telah
disinggung di atas kemungkinan berasal dari reseptor glutamat yang disebut
sebagai mGluR4, di papil pengecap. Glutamat dalam makanan juga akan
mengaktivasi reseptor glutamat ionotropik untuk medepolarisasi reseptor umami
(Ganong, 2005).
Substansi rasa pahit berikatan dan memblok kanal
selektif K+. Reseptor yang mungkin berpengaruh adalah T2R. Pada beberapa kasus,
reseptor ini berikatan dengan protein G, gustducin. Gustducin akan
menurunkan cAMP dan meningkatkan pembentukan inosito fosfat yang akan memicu
depolarisasi. Senyawa pahit yang lain permeabel pada membran dan tidak
melibatkan protein G (Ganong, 2005).
Mirip dengan substansi pahit, manis juga berlaku
melalui protein G gustducin. Reseptor yang bekerja pada substansi
manis adalah T1R3 pada sekitar 20% sel pengecap. Seperti respons reseptor
pahit, reseptor manis juga bekerja melalui nukleotida siklik dan
metabolisme fosfat inositol(Ganong, 2005).
Perbedaan dari persepsi rasa didapatkan dari protein
reseptor yang terdapa pada tiap villi. Protein ini kemudian akan menentukan
rasa yang kita persepsikan. Seperti pada ion sodium dan ion hidrogen yang
protein reseptornya mengaktifkan reseptor yang berbeda. Untuk rasa manis dan pahit,
karena keduanya bekerja dengan bantuan second messsenger, maka
perubahan kimiawi dalam sel lah yang akan melajutkan sinyal
pengecapan (Guyton, 2007). Sedangkan menurut Tortora, perbedaan rasa
dikarenakan formasi dari saraf-saraf yang merangsang sejumlah neuron pengecap
orde pertama. Rasa yang berbeda berasal dari aktivasi kelompok neuron
yang berbeda (Tortora, 2009).
Fruktosa adalah jenis gula yang secara
alami ditemukan dalam buah dengan derajat yang beragam. Gula fruktosa (dengan
rumus kimia C6H12O6) sudah bukan barang yang asing lagi.gula ini relatif telah
cukup lama digunakan baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri
makanan/minuman dan obat-obatan.
Nah pada saat kita mengkonsumsi fruktosa ini akan
melekat pada reseptor rasa manis pada lidah. Kemudian akan mengaktifkan
simulator yang terdapat pada sitoplasma yang terdapat pada membran dan
merangsang kuncup- kuncup lidah dengan mekanisme sama yang diatas.
4. JELASKAN HUBUNGAN HORMON OKSITOSIN DENGAN SINYAL
GELOMBANG ALFA DAN TETA YANG DIKELUARKAN OTAK!
Jawaban:
Sebelum mengetahui hubungan antara hormon oksitosin
dan sinyal gelombang yang dikeluarkan otak, ada baiknya kita mengetahui
terlebih dahulu jenis- jenis gelombang otak, yaitu diantaranya:
1.
Gamma (16Hz-100Hz)
Adalah gelombang
otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat
tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, tampil di muka umum,
sangat panik, ketakutan dan dalam kesadaran penuh.
2.
Beta (>12 Hz-19Hz)
Adalah gelombang
otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga
penuh (kegiatan sehari-hari, berinteraksi dengan orang sekitar).
3.
Alpha (8Hz-12Hz)
adalah gelombang
otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksasi atau mulai
istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutupp atau mulai mengantuk. Adana menghasilkan
gelombang alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan
tidak sadar.
4.
Theta (4Hz-8Hz)
Adalah gelombang
otak yang terjadi pada saaat seseorang mengalami tidur ringan atau sangat
mengantuk, meditasi dalam, berdoa. Gelombang ini adalah gelombang pikiran bawah
sadar sehingga cepat sekali belajar dan menerima perkataan orang lain jika
dalam frekuensi gelombang ini.
5.
Delta (0,5Hz-4Hz)
Adalah gelombang
otak yang memiliki amplitudo yang besar dan fe=rekuensi yang rendah. Otak anda
menghasilkan gelombang ini ketika tertidur lelap, tanpa mimpi. Fase istirahat
bagi tubuh dan pikiran, tubuh akan melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki
kerusakan jaringan dan aktif memproduksi sel-sel baru saat anda tertidur lelap.
Lalu untuk menghubungkannya kita perlu mengetahui apa
itu hormon oksitosin.
Oksitosin adalah
hormon yang bertanggungjawab untuk merangsang kontraksi pada rahim saat proses
persalinan. Bagi perempuan yang mengalami kontraksi lambat, tetesan oksitosin
dapat digunakan untuk membantu kontraksi lebih kuat dan teratur. Selain itu,
hormon oksitosin juga memainkan peranan penting saat setelah proses melahirkan.
Yakni, merangsang rahim berkontraksi lagi untuk mengeluarkan plasenta.
Nah kita dapat menyimpulkan dari beberapa
teori diatas mengenai hubungan hormon oksitosin dan gelombang alpha theta.
Fenomena gelombang alpha dan theta
ini banyak dimanfaatkan oleh pakar hypnosis atau dokter untuk mulai memberikan
sugesti kepada pasiennya. Salah satunya pada proses persalinan yang memerlukan
hormon oksitosin. Dan menurut para pakar hormon oksitosin ini akan atau bisa diproduksi
dalam keadaan tenang atau rileks dalam keadaan gelombang alpha dan theta. Maka dari
itu kebanyakan ibu –ibu hamil yang mau melahirkan dalam keadaan panik, diminta
untuk rileks dengan menghirup nafas dalam-dalam dan buang secara perlahan agar
ibu tersebut tetap dalam keadaan rileks sehingga hormon oksitosin yang diperlukan
untuk persalinan tetap dapat diproduksi dan memudahkan persalinan.
5. JELASKAN BAGAIMANA SIFAT BASA DAPAT DIHASILKAN OLEH
GUGUS –OH PADA SAKARIDA (C12H22O11)! KAITKAN DENGAN KONSEP ASAM BASA!
Jawaban:
Pada sakarida terdapat banyak gugus OH dan tidak semua
gugus OH ini bersifat basa. Dapat dilihat pada gambar di bawah ini bahwa pada
C1 alpha glukosa gugus OH bersifat basa karena menarik atom H pada monosakarida
lain, dan pada C4 gugus OH pada beta glukosa nya melepaskan H+. Sehingga ikatan
yang menghubungkan alpha glukosa dengan beta glukosa adalah ikatan 1,4
glikosidik dan melepaskan molekul H2O.
Karena gugus OH
menarik ion H+ maka konsep basa ini merupakan konsep asam basa bronsted-lowry,
dimana OH sebagai aseptor.


