Selasa, 15 Juli 2014

UJIAN AKHIR SEMESTER KIMIA ORGANIK II


UJIAN AKHIR SEMESTER KIMIA ORGANIK II
NAMA : MELDA EKA PUTRI
NIM     : A1C112029
KELAS : PENDIDIKAN KIMIA REGULER



1.      JELASKAN KEMUNGKINAN TERBENTUKNYA IKATAN RANGKAP 3 PADA MINYAK ATAU LEMAK TAK JENUH!
Jawaban:
Asam lemak tak jenuh adalah asam lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan ganda pada rantai karbonnya. Kebanyakan asam lemak yang ditemukan pada triasilgliserol dan fosfolipid hewan dan tanaman bersifat tidak jenuh. adanya ikatan rangkap ini memungkinkan terjadinya isomer sis-trans.
HC – (CH2)7 – COOH                                              HC – (CH2)7 – COOH
 ||                                                                                ||
HC – (CH2)7 – CH3                      CH3 – (CH2)7 – CH
asam oleat (sis)                                          asam elaidat (trans)
Asam lemak tidak jenuh yang terdapat dalam alam adalah isomer sis.
         CH3 – (CH2)4 – CH = CH – CH2 – CH = CH – (CH2)7 – COOH
                                                         Asam linoleat
Kita ketahui bahwa asam lemak tak jenuh memiliki ikatan rangkap yaitu ikatan rangkap 2  yang kita kenal dengan alkena. Nah, perlu kita ketahui terlebih dahulu reaksi pembentukan alkena sebagai berikut dan perubahannya:
a.       Dehidrohalogenasi Haloalkana
Ketika haloalkana dipanaskan dengan larutan kalium hidroksida alkoholis, molekul hidrogen halida akan tereliminasi membentuk alkena.

Reaksi tersebut dinamakan eliminasi-1,2 dengan hidrogen yang tereliminasi. Reaksi berlangsung dengan serangan basa seperti ion hidroksida pada alkena melepas hidrogen ke dalam air diikuti dengan pelepasan ion halida.
b.      cracking
Pemecahan molekul hidrokarbon dalan jumlah besar menjadi molekul hidrokarbon yang lebih kecil menggunakan suhu tinggi disebut proses cracking. Cracking C15H32 membentuk campuran etena, propena, dan oktana.
C15H32 → 2 C2H4 + C3H6 + C8H18
Akhir-akhir ini zeolit digunakan untuk katalis untuk proses cracking. Zeolit adalah kompleks alumino silikat yang mengandung silikon, aluminium, dan oksigen.
Nah dari 2 reaksi pembentukan atau perubahan di atas dapat kita ketahui bahwa alkena dapat dibentuk dari ikatan tunggal dan berubah menjadi ikatan tunggal dengan cara adisi.
Kemudian kita tinjau lagi reaksi pembentukan alkuna berikut:
Dehidrohalogenasi Alkil Halida
Dehidrogenasi senyawa dihalida yang berstruktur visinal maupun geminal oleh pengaruh basa kuat menghasilkan alkuna. Reaksi ini melalui pembentukan zat antara vinil halida.

Contoh:
CH3-CH2-CHBr-CHBr-CH3 + KOH → CH3-CH2-C≡C-CH3 + 2 KBr + 2 H2O

Pembuatan alkuna dengan cara ini biasanya menggunakan dihalida visinal, karena dihalida visinal mudah dibuat dengan mereaksikan alkena dengan halogen.
            Nah disini juga dapat kita ketahui bahwa alkuna dibentuk dari ikatan tunggal. Saya juga tidak menemukan adanya literatur yang menunjukkan pembentukan ikatan rangkap 3 dari ikatan rangkap 2 atau minyak/ lemak tak jenuh. Jadi menurut saya tidak adanya kemungkinan terbentuk ikatan rangkap 3 dari ikatan rangkap 2 pada minyak/ lemak tak jenuh.

2.      JELASKAN BAGAIMANA PROSES PENCUCIAN MENGGUNAKAN PELARUT ORGANIK BEBAS AIR (SELAIN AIR)!
Jawaban:
Awalnya saya tidak kepikiran bahwa pencucian dengan menggunakan pelarut organik selain air, apa bisa? Apakah akan lebih bersih? Apakah akan lebih efektif? Ternyata ada pencucian dengan menggunakan pelarut organik dan tanpa air, yah yang biasa dikenal dengan dry cleaning. Seiring berjalannya waktu dan semakin canggihnya teknologi serta banyaknya penemuan baru untuk mengatasi pencucian yang butuh lama untuk pengeringan (dijemur setelah dicuci), maka sekarang ada bermacam cara dengan dry cleaning dengan berbagai pelarut organik tanpa air, diantaranya:
Dry Clean Chemical
a.       PERCINDO

            PERCINDO adalah cairan solvent yang mengandung bahan active yang sangat efektif untuk menghilangkan dan membersihkan kotoran oli mesin atau oli resin yang menempel pada  semua jenis kain, logam ataupun electronic component.             PERCINDO mempunyai daya kerja yang kuat, tetapi aman dalam penggunaannya, karena dilengkapi bahan pelindung yang melindungi media yang akan dibersihkan dan cepat mengering tanpa meninggalkan sisa noda pada kain/ logam.
-Berrbentuk cairan dan tidak perlu ditambah campuran lainnya.
Cara pemakaian :
Pengamanan dan penanganan :
Keuntungan menggunakan PERCINDO:
-Sangat efektif untuk penghilang kotoran oli yang menempel pada kain.
-Aman di tangan sehingga tidak mengganggu pengguna obat.
-Cepat mengering tanpa meninggalkan sisa noda pada kain/tidak ngompol, sekalipun pada kain putih ataupun  kain yang sudah berwarna.

Untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada kain gunakan PERCINDO DRY CLEANER dengan cara sebagai berikut:
Kain yang terkena tetesan noda oli atau tetesan noda resin dapat disemprot dengan menggunakan Spray Gun, lalu dibantu dikeringkan oleh angin dari kompresor dan kain langsung bersih tanpa noda ompol/bekas.

Produk harus disimpan pada suhu kamar dan terlindung dari sinar matahari, jangan tercampur dengan bahan kimia lain.
Walaupun produk ini aman dalam penggunaannya, sebaiknya biasakan untuk memakai sarung tangan karet atau pelindung yang diperlukan.
Bila kontak dengan mata, cukup cuci dengan air mengalir.

b.     PCE (Perchloroethylene)
Kimia utama dalam Dry Clean adalah PCE ( Perchloroethylene) sejenis solvent yang digunakan khusus untuk pencucian linen. Solven sebenarnya ada beberapa jenis seperti methanol, etanol, bensin alcohol, dsb, tetapi solven yang digunakan untuk pencucian linen/kain adalah PCE.
PCE merupakan solven yang tepat untuk Dry Cleaning karena sifatnya sbb:
- Lebih tidak mudah terbakar dibanding solvent lain
- Lebih mudah menguap dibanding solvent lain
- Tidak berbau saat mengering
- Mampu menghilangkan bau dan noda pada pakaian

3.      BAGAIMANA CARA KERJA LIDAH (INDRA PENGECAP) SEHINGGA MENIMBULKAN CITA RASA MANIS. CONTOHKAN PADA FRUKTOSA!
Jawaban:
Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah merupakan massa jaringan pengikat dsan otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa. Membran mukosa melekat erat pada otot karena jaringan penyambung lamina propia menembus ke dalam ruang-ruang antar berkas-berkas otot.

      Pada bagian bawah lidah membran mukosanya halus. Lidah juga merupakan suatu rawan (cartilago) yang akarnya tertanam pada bagian posterior rongga mulut (cavum oris) dekat dengan katup epiglotis yang menuju ke laryng.

      Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor (bagian yang berfungsi untuk menangkap rangsangan kimia yang larut pada air) untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda.

Bagian-bagian (anatomi) dari indra pengecap (lidah)
Ada lebih dari 10.000 tunas pengecap pada lidah manusia, sel-sel ini tumbuh seminggu setelah itu digantikan oleh sel-sel yang baru. Sel-sel reseptor (tunas pengecap) terdapat pada tonjolan-tonjolan kecil pada permukaan lidah (papila). Sel-sel inilah yang bisa membedakan rasa manis asam, pahit dan asin.
Sebagian besar, lidah tersusun atas otot rangka yang terlekat pada tulang hyoideus, tulang rahang bawah dan processus styloideus di tulang pelipis. Terdapat dua jenis otot pada lidah yaitu otot ekstrinsik dan intrinsik.
Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila. Terdapat tiga jenis papila yaitu:
1.      papila filiformis (fili=benang); berbentuk seperti benang halus;
2.      papila sirkumvalata (sirkum=bulat); berbentuk bulat, tersusun seperti huruf V di belakang lidah;
3.      papila fungiformis (fungi=jamur); berbentuk seperti jamur.
Terdapat satu jenis papila yang tidak terdapat pada manusia, yakni papila folliata pada hewan pengerat.
Tunas pengecap adalah bagian pengecap yang ada di pinggir papila, terdiri dari dua sel yaitu sel penyokong dan sel pengecap. Sel pengecap berfungsi sebagai reseptor, sedangkan sel penyokong berfungsi untuk menopang.
·         Rasa manis dapat di rasakan oleh indra pengecap yang terletak di bagian depan lidah
·         Rasa Asin dirasakan pada sepanjang bagian isi depan lidah
·         Rasa asam di rasakan di sepanjang sisi bagian belakang lidah
·         Rasa pahit di kecap pada bagian belakang lidah
Mekanisme Pengecapan
Terjadinya depolarisasi pada sel pengecap akan mengubah potensial listrik   di sel pengecap sehingga menimbulkan terjadinya potensial reseptor yang   selanjutnya akan mengeksitasi vesikel sinaps dan mengeluarkan neurotransmitter   untuk memicu neuron sensorik orde pertama Berkurangnya kenegatifan dalam   sel reseptor kecap ini terjadi karena menempelnya substansi kecap pada rambut pengecap. Penurunan potensial sebanding dengan logaritma konsentrasi dari substansi yang memberi stimulasi (Guyton, 2007).
         Potensial reseptor muncul dengan cara yang berbeda-beda untuk zat yang     menstimulasi rasa yang berbeda. Ion sodium (Na+) pada makanan asin masuk ke dalam sel reseptor gustatori melalui kanal Na+ di membran plasma yang dikenal   sebagai EnaC (Ganong, 2005). Akumulasi dari Na+ menyebabkan depolarisasi dan menyebabkan keluarnya neurotransmitter Ion hidrogen (H+) akan masuk ke dalam kanal ion ENaC yang juga menutup kanal K+ sehingga menimbulkan terjadinya depolarisasi.   Kanal lain yang berpengaruh pada rasa asam adalah kanal HCN (Tortora, 2009).
Reseptor untuk rasa umami seperti yang telah disinggung di atas kemungkinan berasal dari reseptor glutamat yang disebut sebagai mGluR4, di papil pengecap. Glutamat dalam makanan juga akan mengaktivasi reseptor glutamat ionotropik untuk medepolarisasi reseptor umami (Ganong, 2005).
Substansi rasa pahit berikatan dan memblok kanal selektif K+. Reseptor yang mungkin berpengaruh adalah T2R. Pada beberapa kasus, reseptor ini berikatan   dengan protein G, gustducin. Gustducin akan menurunkan cAMP dan meningkatkan pembentukan inosito fosfat yang akan memicu depolarisasi. Senyawa pahit yang lain permeabel pada membran dan tidak melibatkan protein G (Ganong, 2005).
Mirip dengan substansi pahit, manis juga berlaku melalui protein G   gustducin. Reseptor yang bekerja pada substansi manis adalah T1R3 pada sekitar 20% sel pengecap. Seperti respons reseptor pahit, reseptor manis juga bekerja   melalui nukleotida siklik dan metabolisme fosfat inositol(Ganong, 2005).
Perbedaan dari persepsi rasa didapatkan dari protein reseptor yang terdapa pada tiap villi. Protein ini kemudian akan menentukan rasa yang kita persepsikan. Seperti pada ion sodium dan ion hidrogen yang protein reseptornya mengaktifkan reseptor yang berbeda. Untuk rasa manis dan pahit, karena keduanya bekerja dengan bantuan second messsenger, maka perubahan   kimiawi dalam sel lah yang akan melajutkan sinyal pengecapan (Guyton, 2007). Sedangkan menurut Tortora, perbedaan rasa dikarenakan formasi dari saraf-saraf yang merangsang sejumlah neuron pengecap orde pertama. Rasa yang berbeda berasal dari aktivasi kelompok  neuron yang berbeda (Tortora, 2009).

Fruktosa adalah jenis gula yang secara alami ditemukan dalam buah dengan derajat yang beragam. Gula fruktosa (dengan rumus kimia C6H12O6) sudah bukan barang yang asing lagi.gula ini relatif telah cukup lama digunakan baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri makanan/minuman dan obat-obatan.
Nah pada saat kita mengkonsumsi fruktosa ini akan melekat pada reseptor rasa manis pada lidah. Kemudian akan mengaktifkan simulator yang terdapat pada sitoplasma yang terdapat pada membran dan merangsang kuncup- kuncup lidah dengan mekanisme sama yang diatas.

4.      JELASKAN HUBUNGAN HORMON OKSITOSIN DENGAN SINYAL GELOMBANG ALFA DAN TETA YANG DIKELUARKAN OTAK!
Jawaban:
Sebelum mengetahui hubungan antara hormon oksitosin dan sinyal gelombang yang dikeluarkan otak, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu jenis- jenis gelombang otak, yaitu diantaranya:
1.      Gamma (16Hz-100Hz)
Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, tampil di muka umum, sangat panik, ketakutan dan dalam kesadaran penuh.
2.      Beta (>12 Hz-19Hz)
Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh (kegiatan sehari-hari, berinteraksi dengan orang sekitar).
3.      Alpha (8Hz-12Hz)
adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksasi atau mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutupp atau mulai mengantuk. Adana menghasilkan gelombang alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar.
4.      Theta (4Hz-8Hz)
Adalah gelombang otak yang terjadi pada saaat seseorang mengalami tidur ringan atau sangat mengantuk, meditasi dalam, berdoa. Gelombang ini adalah gelombang pikiran bawah sadar sehingga cepat sekali belajar dan menerima perkataan orang lain jika dalam frekuensi gelombang ini.
5.      Delta (0,5Hz-4Hz)
Adalah gelombang otak yang memiliki amplitudo yang besar dan fe=rekuensi yang rendah. Otak anda menghasilkan gelombang ini ketika tertidur lelap, tanpa mimpi. Fase istirahat bagi tubuh dan pikiran, tubuh akan melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan dan aktif memproduksi sel-sel baru saat anda tertidur lelap.

Lalu untuk menghubungkannya kita perlu mengetahui apa itu hormon oksitosin.
Oksitosin adalah hormon yang bertanggungjawab untuk merangsang kontraksi pada rahim saat proses persalinan. Bagi perempuan yang mengalami kontraksi lambat, tetesan oksitosin dapat digunakan untuk membantu kontraksi lebih kuat dan teratur. Selain itu, hormon oksitosin juga memainkan peranan penting saat setelah proses melahirkan. Yakni, merangsang rahim berkontraksi lagi untuk mengeluarkan plasenta. 

            Nah kita dapat menyimpulkan dari beberapa teori diatas mengenai hubungan hormon oksitosin dan gelombang alpha theta.
Fenomena gelombang alpha dan theta ini banyak dimanfaatkan oleh pakar hypnosis atau dokter untuk mulai memberikan sugesti kepada pasiennya. Salah satunya pada proses persalinan yang memerlukan hormon oksitosin. Dan menurut para pakar hormon oksitosin ini akan atau bisa diproduksi dalam keadaan tenang atau rileks dalam keadaan gelombang alpha dan theta. Maka dari itu kebanyakan ibu –ibu hamil yang mau melahirkan dalam keadaan panik, diminta untuk rileks dengan menghirup nafas dalam-dalam dan buang secara perlahan agar ibu tersebut tetap dalam keadaan rileks sehingga hormon oksitosin yang diperlukan untuk persalinan tetap dapat diproduksi dan memudahkan persalinan.

5.      JELASKAN BAGAIMANA SIFAT BASA DAPAT DIHASILKAN OLEH GUGUS –OH PADA SAKARIDA (C12H22O11)! KAITKAN DENGAN KONSEP ASAM BASA!
Jawaban:
Pada sakarida terdapat banyak gugus OH dan tidak semua gugus OH ini bersifat basa. Dapat dilihat pada gambar di bawah ini bahwa pada C1 alpha glukosa gugus OH bersifat basa karena menarik atom H pada monosakarida lain, dan pada C4 gugus OH pada beta glukosa nya melepaskan H+. Sehingga ikatan yang menghubungkan alpha glukosa dengan beta glukosa adalah ikatan 1,4 glikosidik dan melepaskan molekul H2O.


Karena gugus OH menarik ion H+ maka konsep basa ini merupakan konsep asam basa bronsted-lowry, dimana OH sebagai aseptor.

Minggu, 08 Juni 2014

Ikatan Peptida


      Protein tersusun atas asam amino yang disambungkan dengan ikatan peptida dalam rantai utamanya. Dalam beberapa struktur, ikatan hidrogen juga banyak ditemukan. Antar molekul asam amino juga terjadi interaksi gaya Van der Waals. Tetapi tetap saja yang menjadi rantai utamanya adalah ikatan peptida.  Ikatan peptida adalah ikatan yang terbentuk antara atom C karboksilat asam amino dengan atom N amina dari asam amino lainnya. Pada prosesnya, reaksi ini melepaskan sebuah molekul H2O.



      Hasil reaksi diatas adalah dipeptida, karena terbentuk dari dua asam amino. Bagaimanapun dipeptida masih memiliki gugus karboksilat dan amina, sehingga reaksi pembentukan ikatan peptida masih dapat terus terjadi. Dipeptida dapat bereaksi dengan asam amino atau dipeptida lainnya membentuk oligopeptida. Oligopeptida pun masih bisa terus bereaksi dengan asam amino atau oligopeptida lainnya, pada akhirnya terbentuklah protein. Lepasnya gugus -OH asam karboksilat dan -H amin pada proses pembentukan ikatan peptida menyebabkan struktur asam amino pada oligopeptida atau protein tidak lagi lengkap sebagai asam amino. Oleh karena itu, kata paling tepat untuk menyebutkannya adalah "residu asam amino".
      Peptida memberikan reaksi kimia yang khas, dua tipe reaksi yang terpenting yaitu hidrolisis ikatan peptida dengan pemanasan polipeptida dalam suasana asam atau basa kuat (konsentrasi tinggi). Sehingga dihasilkan asam amino dalam bentuk bebas.
Ikatan peptida dari protein bisa disambung dan diputuskan dalam sekali waktu selama asam amino yang menyusunya belum rusak. Hanya saja untuk saat ini belum ada kondisi yang sesuai untuk menyambungkan atau memutuskanya dengan cepat.
Hidrolisa ikatan peptida dengan cara ini merupakan langkah penting untuk menentukan komposisi asam amino dalam sebuah protein dan sekaligus dapat menetapkan urutan asam amino pembentuk protein tersebut.

Permasalahan:
"Pada kondisi yang bagaimanakah dapat terjadi pemutusan ikatan peptida? Mengapa demikian?"