Protein tersusun atas asam amino yang disambungkan dengan ikatan peptida dalam
rantai utamanya. Dalam beberapa struktur, ikatan hidrogen juga banyak
ditemukan. Antar molekul asam amino juga terjadi interaksi gaya Van der Waals.
Tetapi tetap saja yang menjadi rantai utamanya adalah ikatan peptida.
Ikatan peptida adalah ikatan yang terbentuk antara atom C karboksilat
asam amino dengan atom N amina dari asam amino lainnya. Pada prosesnya, reaksi
ini melepaskan sebuah molekul H2O.
Hasil reaksi diatas adalah dipeptida, karena terbentuk dari dua asam amino.
Bagaimanapun dipeptida masih memiliki gugus karboksilat dan amina, sehingga
reaksi pembentukan ikatan peptida masih dapat terus terjadi. Dipeptida dapat
bereaksi dengan asam amino atau dipeptida lainnya membentuk oligopeptida.
Oligopeptida pun masih bisa terus bereaksi dengan asam amino atau oligopeptida
lainnya, pada akhirnya terbentuklah protein. Lepasnya gugus -OH asam
karboksilat dan -H amin pada proses pembentukan ikatan peptida menyebabkan
struktur asam amino pada oligopeptida atau protein tidak lagi lengkap sebagai
asam amino. Oleh karena itu, kata paling tepat untuk menyebutkannya adalah
"residu asam amino".
Peptida memberikan reaksi kimia yang khas, dua tipe reaksi yang terpenting
yaitu hidrolisis ikatan peptida dengan pemanasan polipeptida dalam suasana asam
atau basa kuat (konsentrasi tinggi). Sehingga dihasilkan asam amino dalam bentuk
bebas.
Ikatan peptida dari protein bisa disambung dan
diputuskan dalam sekali waktu selama asam amino yang menyusunya belum rusak.
Hanya saja untuk saat ini belum ada kondisi yang sesuai untuk menyambungkan
atau memutuskanya dengan cepat.
Hidrolisa ikatan peptida dengan cara ini
merupakan langkah penting untuk menentukan komposisi asam amino dalam sebuah
protein dan sekaligus dapat menetapkan urutan asam amino pembentuk protein
tersebut.
Permasalahan:
"Pada
kondisi yang bagaimanakah dapat terjadi pemutusan ikatan peptida? Mengapa
demikian?"

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusBaiklah saya akan mencoba menambahkan jawaban dari permasalahan diatas
BalasHapusmenurut saya Peptida memberikan reaksi kimia yang khas, dua tipe reaksi yang terpenting yaitu hidrolisis ikatan peptida dengan pemanasan polipeptida dalam suasana asam atau basa kuat (konsentrasi tinggi). Sehingga dihasilkan asam amino dalam bentuk bebas.
Hidrolisa ikatan peptida dengan cara ini merupakan langkah penting untuk menentukan komposisi asam amino dalam sebuah protein dan sekaligus dapat menetapkan urutan asam amino pembentuk protein tersebut.
semoga dapat membantu
Nama : Wulandari
BalasHapusNIM : A1C112006
Baiklah saya akan mencoba menjawab permsalahan saudari Melda.
Ikatan peptida dapat dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis. Proses hidrolisis adalah proses pemecahan suatu molekul menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan molekul air. Hidrolisis protein adalah proses pecahnya atau terputusnya ikatan peptida dari protein menjadi molekul yang lebih sederhana.
Ada tiga cara yang dapat ditempuh untuk menghidrolisis protein, salah satunya yaitu hidrolisis enzimatik yang dilakukan dengan mempergunakan enzim. Penambahan enzim perlu dilakukan pengaturan pada kondisi pH dan suhu optimum.
ontohnya untuk menghidrolisis kandungan protein dalam suatu bahan dapat menggunakan enzim proteolitik baik yang berasal dari bahan itu sendiri atau dengan penambahan enzim dari luar bahan. Enzim proteolitik yang ditambahkan dapat berasal dari hewan maupun dari tumbuhan. Enzim proteolitik atau enzim protease adalah enzim yang dapat memecah molekul-molekul protein dengan cara menghidrolisis ikatan peptida menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana seperti proteosa, pepton, polipeptida, dipeptida dan sejumlah asam-asam amino.
Dibandingkan dengan hidrolisis secara kimia (menggunakan asam atau basa), hidrolisis enzimatik lebih menguntungkan karena tidak mengakibatkan kerusakan asam amino dan asam-asam amino bebas serta peptida dengan rantai pendek yang dihasilkan lebih bervariasi, tingkat kehilangan asam amino esensial lebih rendah, dan menghasilkan komposisi asam amino tertentu terutama peptida rantai pendek (dipeptida dan tripeptida) yang mudah diabsorbsi oleh tubuh.
Semoga dapat membantu :)
makasi kk brmanfaat bnget
BalasHapus